Dalam pengelolaan hutan alam (IUPHHK-HA) maupun hutan tanaman industri (IUPHHK-HTI) yang berorientasi kelestarian (sustainable), kelestarian keanekaragaman hayati adalah salah satu aspek penting yang harus diperhatikan dan yang harus dikelola oleh Unit Manajemen (UM). Namun demikian sering kali minimnya informasi yang dimiliki oleh unit manajemen tentang potensi keanekaragaman hayati (biodiversity) yang berada dalam areal kerja membuat kendala dalam pengelolaannya, terutama pengelolaan jenis-jenis yang dilindungi oleh perundang-undangan. Untuk itu adalah penting untuk melakukan inventarisasi terhadap keanekaragaman hayati (flora & fauna) di dalam areal unit manajemen yang dapat digunakan sebagai data dasar (data base) dalam menyusun perencanaan dan tindak lanjut pengelolaan secara lestari. Menjaga kelestarian kehati (biodiversity) bukan saja memberikan keuntungan secara ekologis namun demikian secara ekonomis juga akan berdampak pada penilaian positif terhadap performa unit manajemen di mata pasar global yang sudah semakin sadar akan pentingnya konservasi kehati.
Pada bulan September 2014 UPT. Ekosistem Tropis dan Pembangunan Berkelanjutan / Tropical Ecosystem and Sustainable Developtment (TESD) bekerjasaman dengan PT. Silva Rimba Lestari (SRL) melakukan kegiatan survei/studi identifikasi keanekaragaman hayati (kehati) dalam konsesi PT. SRL.
Ada 6 (enam) taksa hayati yang menjadi fokus studi yaitu:
- Avifauna (burung)
- Mamalia (mamalia besar dan kecil)
- Insecta (kupu-kupu dan capung)
- Herpetofauna (reptil dan amfibi)
- Ikhtiofauna (ikan)
- Vegetasi (tumbuhan tingakat tinggi dan herba)
Selain survei, TESD juga melakukan pelatihan teknik identifikasi dan monitoring kehati bagi staf/karyawan PT. SRL. Pelatihan bertujuan untuk meningkatkan kapasitas karyawan dalam pemahaman keanekaragaman hayati, dan diharapkan pasca pelatihan Unit Manajeman dapat melakukan montoring kehati secara mandiri.
