Category Archives: Seminar

Kuliah Umum Ilmu Burung (Ornithology) di Indonesia Masa Kini

Pulau Kalimantan yang merupakan pulau terluas kedua di Indonesia setelah Papua, merupakan pulau yang sangat penting karena memiliki kekayaan jenis dan endemisitas flora dan fauna yang tinggi. Tingkat endemis flora mencapai 34% (59 marga hanya terdapat di Pulau Kalimantan), memiliki 37 jenis burung endemik dan 44 jenis mamalia darat endemik (MacKinnon dkk., 2000). Kekayaan kehati tersebut tidak akan berguna jika tidak dikelola dengan menajemen kawasan yang memadai. Lebih mengkhawatirkan, bilamana identifikasi kekayaan hayati tersebut belum sempat dilakukan, dan kawasan terlanjur rusak karena peruntukkan lain baik legal maupun ilegal. Pengetahuan tentang kekayaan hayati atau biasa disebut dengan biodiversity adalah sangat penting, salah satunya adalah sebagai sumber ilmu pengetahuan yang kepentingannya adalah untuk kemaslahatan umat manusia, seperti tanaman obat, ditemukannya jenis baru baik pada kelompok tumbuhan maupun hewan.

UPT Ekosistem Tropis dan Pembangunan Berkelanjutan / Tropical Ecosystem and Sustainable Development (TESD) Unmul mendapat kunjungan kehormatan salah satu peneliti senior biodiversity khususnya untuk keanekaragaman burung Indonesia,  beliau adalah Dr. Sebastian Van Balen. Kesempatan yang sangat langka ini dimanfaatkan oleh TESD untuk menggelar Kuliah Umum dengan tema Ilmu Burung (Ornithology) di Indonesia Masa Kini.

kuliah umum4

Bahan presentasi kuliah umum dapat diunduh di sini

Seminar Internasional

“TOWARDS SUSTAINABLE TROPICAL ECOSYSTEM MANAGEMENT FOR GREEN ECONOMIC DEVELOPMENT”

(MEWUJUDKAN PENGELOLAAN EKOSISTEM TROPIS YANG LESTARI GUNA MENDUKUNG PEMBANGUNAN HIJAU)

4web

 

Kawasan tropis merupakan ekosistem yang sangat menarik perhatian dunia, dimana kawasan ini hanya mencakup 7% dari total luas bumi, namun lebih dari separuh kekayaan hayati dunia dapat ditemukan pada daerah ini (Terborg 1992). Ekosistem tropis juga lebih menarik lagi dengan tingginya tingkat endemisitas jenis hayati, bahkan 15 dari 25 biodiversity hotspots ditemukan dikawasan tropis (Myers et al. 2000). Untuk itu sangat realistis apabila ekosistem tropis disebut sebagai pusat megabiodiversitas dunia (Begon et al. 2006, Reichholf 2008).

Dibalik kekayaan hayati yang begitu melimpah, juga menghadirkan tantangan yang begitu besar dalam pengelolaannya. Selain masih banyaknya taksa dan karakteristik ekologi yang belum tersentuh oleh para ilmuwan (Kristensen et al. 2007, Reichholf 2010), tendensi tekanan dan ancaman eksistensi ekosistem juga memperlihatkan grafik semakin meningkat. Berbagai bentuk investigasi yang telah dilakukan memberikan titik terang, bahwa alasan ekonomi menjadi faktor utama terjadinya kerusakan ekosistem di kawasan tropis dan kegiatan deforestasi sebagai wujud pengrusakan ekosistem tropis yang terbesar (Wilson 1988, Sodhi et al. 2004). Indonesia sebagai pemilik ekosistem tropis terbesar kedua setelah Brazil, turut memberikan andil yang cukup besar terhadap besaran laju deforestasi secara global, yakni mencapai angka 500–800 ribu ha per tahun dalam rentang 2006–2010 (FAO 2010, Kemenhut 2011). Bahkan justru data terbesar deforestasi terjadi pada rentang waktu 2000-2005 yang mencapai 1 juta ha per tahun (Dephut, 2005). Deforestasi tersebut akan memicu terjadinya perubahan-perubahan habitat yang mendatangkan konsekuensi-konsekuensi terhadap penurunan sumberdaya alam, kehilangan keanekaragaman hayati, terganggunya jejaring ekosistem yang rentan, serta berpotensi mempengaruhi sistem peradaban manusia.

Besarnya potensi sumberdaya alam dan permasalahan yang dihadapi dalam pengelolaan ekosistem tropis, menyita perhatian sebagaian besar para pihak, baik dari kalangan birokrat, swasta, akademisi maupun para pencinta lingkungan. Berbagai bentuk donasi beserta lembaganya juga bermunculan, untuk eksplorasi dan penyelamatan ekosistem tropis. Dalam kerangka turut serta menyumbangkan pemikiran dan konsep pengelolaan ekosistem yang lestari, UPT. EKOSISTEM TROPIS DAN PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN UNIVERSITAS MULAWARMAN (TESD UNMUL) melaksanakan  Seminar Internasional dengan tema utama “Towards sustainable tropical ecosystem management for green economic development”

Seminar ini bertujuan untuk:

    1. Mensosialisasikan hasil-hasil penelitian terkini yang berhubungan dengan pengelolaan ekosistem tropis, permasalahan dan pemecahaannya;
    2. Memberikan wacana alternatif solusi pengelolaan ekosistem tropis secara lestari;
    3. Membuka peluang kerjasama penelitian secara kolaboratif dan komprehensif guna memperkuat strategi dan sistem pengelolaan dan pemanfaatan ekosistem.

Bentuk Kegiatan

Bentuk kegiatan utama adalah seminar yang dibagi dalam beberapa sesi mengangkat tema besar tentang pengelolaan ekosistem tropis yang lestari, baik dari sisi flora dan fauna, maupun industri pemanfaatan serta konflik pengelolaan. Pada saat seremonial pembukaan seminar dilakukan pula penandatanganan nota kesepahaman antara Universitas Mulawarman dengan Provinsi Kalimantan Utara, serta antara Universitas Mulawarman dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

4web-ttd2 4web-ttd1

Seminar diawali dengan Sesi Utama yang menghadirkan empat keynote speakers/address, yaitu dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS), Pemerintah Daerah Kalimantan Timur, Pemerintah Daerah Kalimantan Utara dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) serta Yayasan Kehati, yang menyampaikan tentang garis besar pengelolaan ekosistem tropis berdasarkan perspektif pemerintah dan ilmuwan. Kemudian dilanjutkan dengan empat sesi lainnya, yaitu pengelolaan satwaliar pada ekosistem tropis; strategi konservasi dan restorasi keanekaragaman hayati; manajemen spasial dan manajemen sosial ekonomi budaya dalam mempertahankan keseimbangan ekosistem; dan pemanfaatan sumber daya alam tropis yang berazaskan kelestarian.

Tempat dan Waktu Kegiatan Kegiatan dilaksanakan di Aula Serbaguna Rektorat Universitas Mulawarman lantai 4. Kegiatan  berlangsung dua hari, yaitu pada hari Rabu-Kamis, 10-11 September 2014.

Peserta Kegiatan

Seminar dihadiri oleh semua kalangan, seperti akademisi, peneliti, lembaga swadaya masyarakat, instansi pemerintah dan mahasiswa.

Proceedings

Proceedings seminar dapat diunduh di sini :    Proceeding Seminar