Dalam pengelolaan perkebunan sawit di Indonesia berdasarkan sistem Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) maupun berdasarkan Roundtable on Sutainable Palm Oil (RSPO) perusahaan diwajibkan untuk menetapkan, melindungi dan mengelola areal berhutan yang memiliki Nilai Konservasi Tinggi (NKT) berdasarkan penilaian (assessment) yang telah dilakukan berada di dalam konsesi/HGU Perusahaan (Unit Manajemen). Namun demikian sering kali minimnya informasi yang dimiliki oleh unit manajemen tentang potensi keanekaragaman hayati (kehati / biodiversity) yang berada dalam areal kerja membuat kendala dalam pengelolaannya, terutama pengelolaan jenis-enis yang dilindungi oleh perundang-undangan dan konvensi internasional. Untuk itu adalah penting untuk melakukan inventarisasi dan identifikasi terhadap keanekaragaman hayati (flora & fauna) di dalam areal unit manajemen khususnya kawasan yang telah ditetapkan sebagai Kawasan Bernilai Konservasi Tinggi (KBKT). Hasil dari kegiatan tersebut dapat digunakan sebagai data dasar (database) dalam menyusun perencanaan dan tindak lanjut pengelolaan secara lestari.
Menjaga kelestarian kehati (biodiversity) bukan saja memberikan keuntungan secara ekologis namun secara ekonomis juga akan berdampak pada penilaian positif terhadap performa unit manajemen di mata pasar global yang sudah semakin sadar akan pentingnya konservasi.
Di awal tahun 2016 ULS. Tropical Ecosystem and Sustainable Development (TESD) Unmul bekerjasama dengan PT. Kalimantan Sawit Abadi (KSA) melakukan kegiatan survei identifikasi keanekaragaman hayati (biodiversity).
Survei bertujuan untuk mengumpulkan informasi dan identifikasi tentang keanekaragaman hayati liar (flora dan fauna) di areal berhutan konsesi/HGU PT. Kalimantan Sawit Abadi, sebagai data dasar (database) untuk upaya pengelolaan/konservasi oleh Unit Manajemen. PT. Kalimantan Sawit Abadi adalah salaha satu perusahaan yang tergabung dalam kelompok PT. Citra Borneo Indah (CBI), Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah.
Beberapa taksa hayati yang diidentifikasi adalah:
- Avifauna
- Mamalia
- Insekta
- Herpetofauna
- Ikhtiofauna
- Vegetasi
