Pulau Kalimantan yang merupakan pulau terluas kedua di Indonesia setelah Papua, merupakan pulau yang sangat penting karena memiliki kekayaan jenis dan endemisitas flora dan fauna yang tinggi. Tingkat endemis flora mencapai 34% (59 marga hanya terdapat di Pulau Kalimantan), memiliki 37 jenis burung endemik dan 44 jenis mamalia darat endemik (MacKinnon dkk., 2000). Kekayaan kehati tersebut tidak akan berguna jika tidak dikelola dengan menajemen kawasan yang memadai. Lebih mengkhawatirkan, bilamana identifikasi kekayaan hayati tersebut belum sempat dilakukan, dan kawasan terlanjur rusak karena peruntukkan lain baik legal maupun ilegal. Pengetahuan tentang kekayaan hayati atau biasa disebut dengan biodiversity adalah sangat penting, salah satunya adalah sebagai sumber ilmu pengetahuan yang kepentingannya adalah untuk kemaslahatan umat manusia, seperti tanaman obat, ditemukannya jenis baru baik pada kelompok tumbuhan maupun hewan.
UPT Ekosistem Tropis dan Pembangunan Berkelanjutan / Tropical Ecosystem and Sustainable Development (TESD) Unmul mendapat kunjungan kehormatan salah satu peneliti senior biodiversity khususnya untuk keanekaragaman burung Indonesia, beliau adalah Dr. Sebastian Van Balen. Kesempatan yang sangat langka ini dimanfaatkan oleh TESD untuk menggelar Kuliah Umum dengan tema Ilmu Burung (Ornithology) di Indonesia Masa Kini.
Bahan presentasi kuliah umum dapat diunduh di sini
